0

Creative People don’t Think Much

inii bukan tugas kuliah Creativity and Innovation yaa…

Sendiri,

terkurung dalam suatu ruang,

dibatasi dinding-dinding menjulang.

Tak bisa memaksakan diri untuk memanjatnya atau berharap menembusnya?

Inilah pikiran saya saat ini yang harus diubah. Tak seperti dulu yang lebih leluasa, kini terasa semakin sempit dan penuh batasan. Bahkan untuk menulis sebuah post pun sangat lama memikirkannya. Sama seperti saat ada guest lecture di kampus yang menanyakan “kira-kira apa nama untuk produk ini,” sembari menunjukkan produk yang belum pernah ada sebelumnya. Seketika kelas hening. Sangat lama bahkan hanya 1 orang saja yang mengusulkan 1 nama produk. Sisanya, entahlah. Mungkin masih terkurung dalam ruang pikiran masing-masing pribadi.

Pikiran seperti ini mesti dibenahi, karena menurut saya Creative People don’t Think Much.
Ide seharusnya mengalir seperti air. Kalau ada yang mengatakan lama, berarti ia sedang berusaha memblok beberapa ide yang sebenarnya sudah ada dalam pikirannya.

Ada yang mengatakan bahwa ide mengalir cepat jika orang tersebut memiliki pengetahuan yang luas. Menurut saya tidak. Pengetahuan yang luas hanya akan menambah kualitas dari ide yang dipaparkan suatu orang, tidak memengaruhi kecepatan seseorang dalam berpikir.

Untuk saya pribadi, ide yang paling cepat muncul ialah berdasarkan pemikiran asosiasi, yakni perhubungan antara suatu kata, tema atau topik dengan hal mirip lainnya.

Jadi, jika ingin melatih untuk menjadi lebih kreatif, mungkin bisa dilakukan dengan membuka dinding yang ada, dan bebaskan semua ide yang ada. Agar tidak memberi ide yang berkonotasi negatif, maka biasakan pula lah hidup dengan lingkungan positif. Dengan demikian saya menjamin bahwa kualitas ide kita juga akan menjadi positif 🙂

Agree or not, that’s my opinion 😉

Advertisements
0

5 menit

tiba-tiba malam ini merasa ingin menulis kembali. bukan menulis lalu lalang dan hanya mengisi tugas saja, melainkan ingin membangun kembali hobi terdahulu yang kini mulai luntur dan memudar.

Dulu saya ingat sekali selalu disebut sebagai “Sang Pemimpi” atau “Tukang nulis cerpen“.

Setiap hari, selalu saja ada mimpi dalam lelapan tidur, dan anehnya saya mengingat mimpi itu secara garis besar. Saya sangat suka menulis kembali cerita yang ada di mimpi itu, dan posting di Facebook. Mungkin terkesan aneh, menulis kisah fiksi dan melakukan postingan di Facebook, tetapi itu semua saya lakukan karena pada dasarnya suka MENULIS.

Mimpi yang muncul dalam sekali tidur terkadang bisa mencapai 3 bahkan 5 cerita yang berbeda. Semuanya saya ingat dan bisa menuliskannya kembali di pagi harinya. Cerita dalam mimpi tentunya aneh, namun saya menyukainya, sebab itulah yang terkadang dapat menjadi ide baru dan menambah kreativitas. Senang sekali menuliskan mimpi ituu terutama mimpi yang melibatkan anak-anak IPA 1, dan mereka (anak-anak IPA 1) kemudian mengomentari isi dari mimpi tersebut. Senang 🙂

Saya juga dulu sangat suka membuat cerita. Disebut tukang nulis cerpen karena tergabung dalam MATA 17, organisasi mading sewaktu SMA. Di sana, tugas saya sebagai pengisi artikel tidak pernah berubah, penulis cerpen -___-” meskipun terkadang merasa ingin mencoba artikel lainnya, tetapi saya tetap suka membuat cerpen. Konon sewaktu saya SD bahkan menulis novel, yang bisa dikatakan sudah mencapai 40 lembar buku (ukuran A5 berarti). Penulisan novel kemudian terhenti karena kertas-kertas itu sirna 😦

Sekarang, di tanggal 30 November 2012 yang sesaat lagi menuju tanggal 1 Desember, saya ingin sekali menulis kembali. Kembali meluangkan waktu untuk hal yang sebenarnya merupakan hobi saya. Hobi yang sudah ditinggalkan entah karena malas atau sibuk.

5 menit! Ya, itu waktu yang akan saya sisihkan tiap harinya untuk menulis. Saya berharap blog ini benar-benar menjadi tempat penampungan tulisan saya setelah blog sebelumnya yang selalu terhenti di tengah jalan.

Big thanks untuk Pak Apiq, karena kuliah Creativity and Innovation yang sedang saya ambil, saya jadi ingin menulis kembali. 🙂

0

Google Goggles

okee kali ini saatnya berbagi info dan sharing kecil-kecilan mengenai Google Goggles.

Ada yang sebelumnya udah pernah denger tentang Google Goggles? Ini dia logo dari Google Goggles

Jadi, intinya Google Goggles ini menawarkan picture-based search engine. Kalau selama ini kita selalu mencari sesuatu di Google via text alias tulisan, konon ceritanya nanti melalui Google Goggles, kita bisa melakukan pencarian berdasarkan gambar. Gambar apakah itu? yaitu gambar yang kita capture sendiri menggunakan misalnya smartphone kita, ataupun gambar yang sudah ada sebelumnya. Menarik bukan?

Mari lihat business model dan SCAMPER yang telah saya buat, yang kira-kira sesuai untuk menggambarkan Google Goggles ini.

 

Berikut ialah SCAMPER nyaaa :
Substitute : Change the online search methods into offline application for PC, laptop, tablets, or smartphones. Then, the application can be updated every seconds.

Combine : Customer could find picture via Google Goggles offline application. So, it doesn’t need to be connected to the internet.

Adapt : Online system keeps update.

Modify : The online system could be the place for sharing pictures gained based on search, share to social medias (twitter, Facebook etc), social applications (instagram, path, etc) or blog (wordpress, blogspot, tumblr, etc)

Put to other uses : Google Goggles is not only become picture-based search engine, but also as an online-sharing place for customers.

Eliminate : Customers are not obliged to be online, because Google Goggles is available as an offline application also.

Rearrange : Switch the purpose of Google Goggles as picture-based search engine to an attractive online-sharing media.

 

Semoga dapat bermanfaat 🙂 Wish it could help 🙂

0

menginovasi SBM ITB via SCAMPER

apa itu scamper?

mungkin diantara temen-temen ada yang belum pernah dengar SCAMPER sebelumnya.
Jadi, inilah SCAMPER itu dan fungsinya dalam menginovasi SBM ITB:

Substitute : Change the learning system from in class method to online class method

Combine : Lecturers use skype in order for students to be able to see and consul with him anywhere. Thus, making the learning system more flexible

Adapt : Rooftop and parking lot to be used as science and technology center

Modify : The library will be modified to be more fun and flexible. It will be used as an interactive place where students can use it as students lounge, cafeteria and also to study

Put to other uses : SBM campus will not merely be a place where students study only, but also a recreational place

Eliminate : Students are not obliged to come to class since they can learn from home

Rearrange : Switch the purpose of SBM ITB from a campus to an interactive and fun learning center

0

Business Model of Twitter

Topik kali ini agak english version gituu kalau dilihat sepintas dari segi judul, hehe.

Jadi, kali ini, saya mau membahas tentang Business Model dari Twitter menurut saya..
Jika digambarkan dalam bentuk business model canvas, maka gambar yang dapat saya buat ialah seperti ini :

Dari gambar tersebut, business model pertama akan saya jelaskan dari sisi Value Proposition nya. Jadi, itu merupakan nilai-nilai yang ingin disampaikan oleh Twitter terhadap penggunanya, yakni media online yang atraktif, media komunikasi yang mudah, serta sebagai sarana berkekspresi, misalnya aja buat mengekspresikan teman-teman yang lagi galau… dan sebagainyaa.. hoohoho.

Selanjutnya, twitter sebagai media sosial, menargetkan user/pengguna mereka yakni pengguna internet, para pebisnis untuk media promosi, reporter berita sebagai media informer, dan selebriti yaa untuk promosi atau sekedar ngasihtau kalo mereka lagi makan. *terus kenapa? haha.

Kemudian ada channel, yakni media dan sarana twitter di “jual”, yaitu melalui online dan promosi lewat event. Misalnya saja ada event Festival sesuatu, nah, acara tersebut menggunakan twitter, maka twitter terpromosikan melalui event ituu~

Customer relationship. Yakni apa yang diberikan twitter kepada customernya untuk me-maintain customer itu. Disini saya rasa keamanan password, akses gratis, serta penggunaan 24 jam nya lah yang menjadikannya dapat menjalin hubungan baik dengan penggunanyaa.

Beralih ke core capability, yaitu hal-hal yang perlu dilakukan twitter pertama kali, diantaranya ialah manajemen brand dan manajemen channel. Ini perlu dilakukan untuk menarik jumlah pengguna, menarik jumlah customer lebih banyak.

Activity Configuration merupakan hal yang harus diperhatikan twitter dari dalam twitter itu sendiri, misalnya manajemen tim. Twitter tentunya didirikan dan dikelola oleh sebuah tim, dan untuk terus memiliki performa yang baik, ia harus menjaga hubungan baik dengan tim. Selain itu diperlukan juga manajemen pemasaran, serta manajemen human capital.

Lalu, partner dari twitter ialah search engines (Google, Yahoo, dll), electronic devices (laptop, PC, mobile phone), web browser (Internet Explorer, Mozilla Firefox, Google Chrome, dll), service provider (Telkomsel, Telkom, Indosat, dll).

Nah, dari kesekian customer, partner, dan lain sebagainya di atas, maka Twitter akan mengeluarkan Cost untuk gaji karyawan, maintenance Twitter itu sendiri, gedung kantor, serta untuk Corporate Social Responsibility. Di samping itu, kami percaya bahwa Twitter memiliki saham, yang dapat menjadi sumber utama Revenue yang diperolehnya, disamping revenue dari revenue sharing dengan partner nya.

Yaa sekian tentang business model twitter menurut sayaa.. Gimana menurut kamu?